Nasihat Lukman al Hakim dalam Mencari Rezeki

by Erdien on 04/06/2011

Lukman al Hakim bukanlah nabi ataupun rasul. Namun karena sikapnya yang bijak, dia diabadikan oleh Allah dalam Al-Quran. Nama dan nasihat-nasihatnya terpampang dalam salah satu surat dalam Al-Quran, yakni dalam surat lukman. Karena sikapnya yang bijak itu pula ia diberi gelar al Hakim (bijaksana).

Selain dalam Al-Quran, nasihat-nasihat Lukman ada pula yang tercatat dalam hadis. Nasihat yang tertera di atas itulah salah satunya. Apa isi nasihat tersebut? Yes, right! Nasihat tersebut menekankan “keharusan” memenuhi kebutuhan hidup (cara mencari rezeki) dengan cara yang halal.

Kalimat di atas terjemahnya kira-kira seperti berikut.

Wahai anakku! Penuhilah kebutuhanmu dengan usaha mencari rezeki (kasab) yang halal. Karena sesungguhnya orang yang membutuhkan sesuatu (berada dalam kondisi miskin) biasanya akan tertimpa tiga masalah, yaitu dangkal  pengetahuan agamanya, lemah akalnya, dan hilang harga diri (rasa malu)nya.

Mengapa Lukman al Hakim berpesan seperti itu? Mengapa harus mencari rezeki? Mengapa Lukman al Hakim menekankan bahwa mencari rezeki harus dengan cara yang halal?

Menghindari Kemiskinan

Setiap manusia harus mencari rezeki agar terhindar dari kefaqiran dan kemiskinan. Sementara kemiskinan itu akan membawa tiga bahaya besar, yaitu dangkalnya pengetahuan agama, lemahnya akal, dan hilangnya rasa malu (mengabaikan harga diri). Mengapa sebegitu bahayanya kemiskinan itu?

Bagaimana tidak, seseorang yang miskin tidak akan sempat memikirkan agama. Hidupnya disibukkan dengan pikiran serba ketakutan, kebingungan, dan putus asa dalam mencari rezeki. Akibatnya, agamanya dangkal, bahkan imannya bisa hancur lebur.

Kemiskinan juga akan menyebabkan lemahnya akal. Jelas ini nampak dalam kehidupan. Orang miskin tidak mampu membniayai pendidikan keturunannya. Orang miskin tidak mampu memenuhi gizi yang sempurna. Akibatnya, orang miskin itu lemah akalnya, hidupnya diliputi kebodohan.

Kemiskinan juga meluluhlantakkan hargha diri. Ya, orang miskin kadang tidak peduli terhadap harga dirinya. Mereka tidak lagi memiliki rasa malu. Apa pun jalannya, mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tidak peduli halal dan haram.

Kewajiban Mencari Rezeki dengan Cara yang Halal

Lukman al Hakim menegaskan wajibnya mencari rezeki dengan cara yang halal. Beliau mengingatkan anak-anaknya dan juga kita semua tentang hal ini, karena bukan saja orang miskin, orang kaya pun jika sudah “didesak hawa nafsu” akan tertimpa tiga bahaya besar tadi.

Orang kaya yang terlena dengan dunia akan melupakan agamanya, sibuk dengan karirnya, sibuk dengan bisnisnya, sibuk dengan hartanya. Jika demikian, jelas harta yang dicarinya itu tidak akan memenuhi kriteria halal seutuhnya.

Orang kaya yang terlena dengan dunia akan hilang akal sehatnya. Apa pun caranya dia tempuh untuk meraih kekayaan dan tak pernah puas dengan yang ada. Bahkan berbagai jenis bahaya pun tak dihiraukannya. Jelas tidak berfungsi akal sehatnya, kan?

Orang kaya yang terlena dengan dunia akan hilang rasa malunya. Yup, coba saja lihat para koruptor di negeri ini, adakah mereka merasa malu di hadapan rakyat banyak? Yah… yang jelas mereka enjoy aza dengan “kegilaannya”.

nah itulah mengapa Lukman al Hakim mengingatkan agar mencari rezeki dengan cara yang halal, karena miskin atau kaya bisa saja terjebak perangkap dunia ini.

Itulah sekilas Pesan Lukman al Hakim dalam Mencari Rezeki. Semoga kita mampu mengikuti nasihat tersebut dan mendekati sempurna. Amin!

Salam Sukses!

Cafe Bisnis Online Bisnis Laris | Bisnis Foredi | Bisnis Obat Kuat Solusi Atasi Ejakulasi Dini | Menjadikan Pria Perkasa Tahan Lama Web Hosting Murah dan Handal | Reseller Hosting Murah Berkualitas | Reseller Domain Paling Murah

Incoming search terms:

No related posts.

Article by

Agen Resmi FOREDI dan Semua Produk Unggulan Persembahan PT ABE. MID:0020712 | Phone:082118154414 | Email:vierdien@gmail.com | FB:Vidzas Erdien | Twitter:VidzasErdien

{ 11 comments… read them below or add one }

MUXLIMO June 6, 2011 at 09:51

Leres pisan, Kang..!!
Sekarang ini kayaknya banyak orang yang gak peduli makanan yang dia makan itu halal atau haram. Padahal, kalau makanan haram masuk ke badan, insyaAllah mau ibadah serajin apa pun gak akan pernah bisa khusyuk. Yang ada malah pikiran jahat merajalela di kepala.

Banyak yang meremehkan kalau makanan itu erat hubungannya dengan iman.

Reply

Erdien June 6, 2011 at 17:53

Muhun tah kitu Kang.

Memang kaseuseueuran jalmi teh lalawora kana perkawis rezeki teh.
Padahal rezeki teh pan ngadarah daging dina sakujur awak urang.
Nya tangtosna oge bakal mangaruhan kana sagala gerak gerik jiwa raga nya Kang :)

Reply

masyhury June 6, 2011 at 17:08

Wah… memang patut di tiru..
siapa sih yang tak kenal lukman?? hemm… :D

Mitra bisnisnya makin banyak ya pak, cakep-cakep lagi… :lol:

Reply

Erdien June 6, 2011 at 17:51

Tepat!!!
Memang patut dijadikan teladan di samping Rasulullah saw. :)
===
Alhamdulillah terus berkembang Mas. Ntar akhir mo nambah lagi tiga orang :)

Reply

Octa Dwinanda June 7, 2011 at 09:59

emang mau dikenalin mas ? :D

Reply

Erdien June 7, 2011 at 12:28

Boleh juga tuh, tinggal kontek. Asal yang masih single-nya hahaha…. :lol:

Reply

agustantyono June 7, 2011 at 06:24

membaca tulisan bapak, saya jadi ingat sama Gertakan Khalifah Ali, “Seandainya Kemiskinan Itu Berwujud Manusia, Niscaya Aku Akan Membunuhnya.” Semoga menjadi penyemangat kita untuk terus bersemangat mencari rezeki sebanyak2nya…amien… :)

Reply

Erdien June 7, 2011 at 12:29

Tepat banget!!!
Itulah wujud semangat bahwa kita rus berusaha keras tuk menanggulangi masalah kemiskinan :)

Reply

agustantyono June 7, 2011 at 16:52

mantab pak…!!!

Reply

Octa Dwinanda June 7, 2011 at 09:38

mudah-mudahan kita terhindar dari ketiga masalah tersebut kang… Amin…

——————–
sukses terus dengan bisnis ABEnya kang :)

Reply

Erdien June 7, 2011 at 12:28

Amin!

Sukses juga buat Mas Octa dan keluarga!

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: